Agent Of Change Siap Kuasai Pasar Modal


Agent Of Change Siap Kuasai Pasar Modal
Sulis Azizahroh Mahmudah

Sebagai “Agent Of Change”, mahasiswa diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik untuk suatu bangsa. Tidak hanya dibangku kuliah saja, dewasa ini banyak mahasiswa yang sudah melek akan pentingnya berorganisasi, berpendapat bahkan mengkritisi setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tidak hanya itu, disisi ekonomi, banyak mahasiswa yang sudah berperan aktif dalam membantu negara agar laju ekonomi terus meningkat. Hal ini sejalan sejak diluncurkannya kampanye “Yuk Nabung Saham” pada November 2015 yang diikuti oleh sebagian besar mahasiswa, jumlah investor pasar modal dari tahun ke tahun terus meningkat khusussnya pada kalangan milenial. Hal ini juga dikatakan oleh direktur utama Bursa Efek I ndonesia (BEI) bahwa saat ini jumlah investor sudah mencapai 2,2 juta dimana 60% merupakan kalangan milenial. Dari data yang sudah didapat, kita tahu bahwa investor milenial memiliki potensi yang sangat besar di dunia pasar modal. Khususnya karena kelompok milenial ini akan membangun perekonomian dan menentukan masa depan bangsa Indonesia.
Kaum milenial khususnya mahasiswa kini sudah paham kalau investasi tidak sesulit dan serumit yang seperti dibayangkan dan tidak semahal seperti yang dipikirkan. Kemudahan tersebut karena transaksi di pasar modal sudah bisa dilakukan secara online lewat aplikasi gadget. Saham menjadi salah satu intrumen yang paling banyak diminati investor. Apalagi nabung investasi saham tidak mengenal setoran minimum. Semuanya tergantung dari nilai saham yang ingin dibeli. Sebagai contoh, kalau harga saham per lembarnya saja Rp400, maka dengan dana Rp40.000 sudah bisa nabung saham. Nabung saham dengan dana Rp40.000 tentu sangat terjangkau dan tak sulit bagi milenial. Selain saham, instrumen lain seperti reksa dana juga banyak diminati oleh investor pemula karena dirasa lebih aman dibandingkan dengan menabung saham yang harganya sangat fluktuatif. Reksa dana juga tidak memerlukan banyak modal, karena uang tersebut akan digabungkan dengan orang lain yang akan dikelola bersama demi memperloh keuntungan. Dalam transaksi reksa dana pun akan ada Manajer Investasi yang akan mengelola uang kita, jadi tidak perlu repot melakukan analisis seperti saat akan menabung saham.
Kaum milenial khususnya mahasiswa memiliki tantangan tersendiri saat pertama kali akan masuk ke dunia pasar modal. Hal ini juga disampaikan oleh pemenang juara 1 IDX Islamic Challenge Periode 1 dan 2 tahun 2018 dan juara 2 IDX Islamic Challenge periode 3 tahun 2018 serta finalis kompetisi Riset Investasi KBM ITB Tahun 2018 Davis Giola Lesmana, yang menjadi salah satu pemateri pada INVENSTION 2019 Seminar Nasional Pasar Modal Syariah “Sukses Sejak Dini Dimulai Dengan Investasi Halal Masa Kini”. Mahasiswa Akuntansi semester 7 Universitas Negeri Yogyakarta ini mengatakan bahwa setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi oleh investor milenial. Pertama, yaitu tingkat literasi milenial yang belum sepenuhnya merata. Hal ini berpengaruh pada kualitas investor milenial sendiri. Dengan literasi yang memadai, investor milenial dapat memahami analisa investasi dengan baik dan dapat mengedukasi masyarakat agar ikut terjun kedunia investasi. Kedua, yaitu kemampuan milenial dalam mengelola keuangan. Karakter milenial khususnya mahasiswa “Zaman Now” yang masih cenderung konsumtif, suka menghabiskan uang untuk jalan-jalan, berwisata, berkuliner dan lainnya akan menjadi tantangan bagi investor milenial. Tantangan-tantangan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi investor milenial agar dapat terus bersaing di dunia investasi. Peningakatan literasi dan kemampuan mengelola keuangan menjadi dua hal yang penting untuk mengukur sejauh mana kualitas dan kapasitas mereka. Hal tersebut menjadi tantangan bagi milenial agar tetap konsisten untuk berinvestasi di pasar modal, agar dari segi jumlah aset terus meningkat dan mampu bersaing baik dengan investor domestik ataupun asing.
Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mengatasi permasalahan dalam mengelola keuangan, misalkan dengan membuat rencana anggaran pengeluaran di setiap bulannya. Pastikan untuk memprioritaskan pembayaran dan hanya membeli barang yang dibutuhkan. Jika mahasiswa sudah terbiasa mengatur keuangan sesuai rencana, akan lebih mudah mahasiswa konsisten untuk berinvestasi.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tips Cerdas Bagi Para Mahasiswa Dalam Mengelola Keuangan