PENTINGNYA PENDIDIKAN PESANTREN BAGI MAHASISWA


PENTINGNYA PENDIDIKAN PESANTREN BAGI MAHASISWA
Oleh : Sulis Azizahroh Mahmudah
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang

PENDAHULUAN
1.      Pesantren
Pesantren berasal dari kata asal “santri”, awalan “pe” dan akhiran “an” yang menunjukkan tempat, sehingga berarti “tempat para santri”. Pesantren juga diartikan sebagai tempat para santri menimba ilmu, khususnya ilmu agama. Pesantren merupakan bagian dari pendidikan nasional yang memiliki kekhasan, keaslian Indonesia.
2.      Peran Pondok Pesantren Dalam Pendidikan Karakter
Pesantren memiliki pola pendidikan yang berbeda dengan pendidikan formal umumnya. Di pesantren terdapat pengawasan ketat menyangkut tentang berbagai norma. Adapun tujuan khusus pesantren adalah sebagai berikut :
a.)    Mendidik santri untuk menjadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan, keterampilan, dan sehat lahir batin sebagai warga negara yang berpancasila.
b.)   Mendidik santri untuk menjadikan muslim selaku kader ulamadan mubaligh yang berjiwa ikhlas, tabah, tangguh dan dinamis.
c.)    Mendidik santri untuk memperoleh kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan.
Dengan demikian pesantren berpotensi besar untuk membentuk manusia yang husnul khuluk serta religius sebagai peropor manusia yang taqwa, cakap dan berbudi luhur untuk bersama-sama bertanggung jawab dalam melaksanakan syari’at islam.
METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pengumpulan data atau internet. Adapun pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara wawancara dan menyebarkan angket.
HASIL DAN ANALISIS
1.      Metode  Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.)    Wawancara
b.)   Penyebaran angket
2.      Pelaksanaan Penelitian
1.      Wawancara
Pelaksanaan wawancara mengenai study tentang “Pentingnya Pendidikan Pesantren Bagi Mahasiswa” diselenggarakan pada tanggal 10 November 2019
2.      Penyebaran Angket
Penyebaran angket mengenai study tentang “Pentingnya Pendidikan Pesantren Bagi Mahasiswa” diselenggarakan pada 10 November 2019
3.      Pengelolaan Data
a.)    Wawancara
Data study tentang “Pentingnya Pendidikan Pesantren Bagi Mahasiswa” diperoleh melalui wawancara langsung oleh 1 mahasiswa semester 1 dan 1 orang mahasiswa semester 5.
b.)   Penyebaran Angket
Data study tentang “Pentingnya Pendidikan Pesantren Bagi Mahasiswa” diperoleh melalui penyebaran angket kepada 15 santri Pondok Pesantren Putri Mbah Rumi, dengan rincian 7 santri merupakan mahasiswa semester 1 dan 8 santri lainnya merupakan mahasiswa semester 5.
3.      Hasil Wawancara Dan Penyebaran Angket “Pentingnya Pendidikan Pesantren Bagi Mahasiswa”
Untuk menganalisis data angket menggunakan skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang suatu gejala fenomena pendidikan (Djaali dan Muljono, 2017).
a.)    Tabel hasil penelitian angket mengenai pengertian pesantren
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Kontrakan


2.       
Lembaga Pendidikan Islam
100%
100%
3.       
Lembaga Pendidikan Formal


4.       
Penjara Suci


Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 100% santri, baik santri yang merupakan mahasiswa semester 1 maupun mahasiswa semester 5 memilih jawaban “Lembaga Pendidikan Islam”. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang belajar di pesantren tahu tentang pesantren, yaitu lembaga pendidikan islam.
b.)   Tabel hasil penelitian angket mengenai pentingnya pendidikan pesantren, khususnya bagi mahasiswa baru
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Sangat Penting

50%
2.       
Penting
100%
37.5%
3.       
Biasa Saja

12.5%
4.       
Tidak Penting


Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 100% santri yang merupakan mahasiswa semester 1 memilih jawaban “penting” dan 50% santri yang merupakan mahasiswa semester 5 memilih jawaban “sangat penting”. Hal ini membuktikan bahwa mayoritas mahasiswa yang belajar di pesantren paham akan pentingnya pendidikan pesantren khususnya bagi mahasiswa.
Masrurotu (mahasiswa semester 1 prodi manajemen dakwah yang belajar di pesantren) dan Wida (mahasiswa semester 5 prodi akidah filsafat islam yang belajar di pesantren) sepakat bahwa pendidikan pesantren penting khususnya bagi mahasiswa untuk membentengi diri dan berhati-hati di setiap kegiatan menyimpang saat ditemui di dunia kampus.

c.)    Tabel hasil penelitian angket mengenai belajar di Pesantren
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Sangat Menyenangkan
14.29%

2.       
Menyenangkan
85.71%
75%
3.       
Biasa Saja

25%
4.       
Menyebalkan


Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 85.71% santri yang merupakan mahasiswa semester 1 dan 75% santri yang merupakan mahasiswa semester 5 memilih jawaban “Menyenangkan”. Hal ini membuktikan bahwa mayoritas mahasiswa yang belajar di pesantren merasa senang saat belajar di pesantren.
d.)   Tabel hasil penelitian angket mengenai faktor mahasiswa belajar di Pesantren
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Dorongan Orang Tua
14.29%
37.5%
2.       
Keinginan Sendiri
85.71%
62.5%
3.       
Termotivasi Orang Lain


4.       
Keterpaksaan


Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 85.71% santri yang merupakan mahasiswa semester 1 dan 62.5% santri yang merupakan mahasiswa semester 5 memilih jawaban “Keinginan Sendiri”. Hal ini membuktikan bahwa mayoritas mahasiswa yang belajar di pesantren adalah keinginannya sendiri. saat ditemui, Masrurotu mengaku bahwa motivasi dirinya untuk belajar di pesantren adalah dorongan dari orang tuanya, “Ya disuruh orang tua. Kan jauh dari tempat tinggal, jadi orang tua khawatir takut salah pergaulaun. Kalau di pesantren kan enggak aneh-aneh. InshaAllah temennya baik semua” tambahnya. Berbeda dengan Wida yang mengatakan bahwa motivasi dirinya untuk belajar di pesantren adalah dirinya sendiri. “Pas jadi maba, aku langsung cari pesantren yang sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah al-nahdiyah. InshaAllah istiqomah”
e.)    Tabel hasil penelitian angket mengenai alasan mahasiswa tidak belajar di pesantren
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Kurangnya Dorongan Orang Tua

12.5%
2.       
Malas
28.57%
75%
3.       
Gengsi


4.       
Ragu
71.43%
12.5%
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 71.43% santri yang merupakan mahasiswa semester 1 memilih jawaban “ragu” dan 75% santri yang merupakan mahasiswa semester 5 memilih jawaban “malas”.
Masrurotu mengatakan mahasiswa yang tidak belajar di pesantren dikarenakan ragu. “kebanyakan ragu sih. Takutnya ajarannya malah menyimpang”. Berbeda dengan Wida, dia mengatakan bahwa mahasiswa yang tidak belajar di pesantren dikarenakan malas. “pasti malas lah. Apalagi kan di pesantren banyak kegiatan. Mau apa-apa harus antre”
f.)     Tabel hasil penelitian angket mengenai mahasiswa yang belajar di pesantren akan terhindar dari arus negatif globalisasi
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Ya
57.14%

2.       
Mungkin
42.86%
87.5%
3.       
Tidak

12.5%
4.       
Tidak Tahu


Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 57.14% santri yang merupakan mahasiswa semester 1 memilih jawaban “Ya” dan 87.5% santri yang merupakan mahasiswa semester 5 memilih jawaban “mungkin”.
Masrurotu dan Wida kompak mengatakan mahasiswa yang belajar di pesantren mungkin saja terhindar dari arus negatif globalisasi. “tergantung orangnya, kalau dia bisa menjaga dirinya InshaAllah jauh dari hal-hal tercela” imbuh Wida.
g.)    Tabel hasil penelitian angket mengenai mahasiswa yang belajar di pesantren akan mendapatkan kehidupan yang memadai dimasa depan
No
Pilihan Jawaban
Santri (Mahasiswa semester 1)
Santri (Mahasiswa semester 5)
1.       
Ya
85.71%
50%
2.       
Mungkin
14.29%
25%
3.       
Tidak


4.       
Tidak Tahu

25%
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 85.71% santri yang merupakan mahasiswa semester 1 dan 50% santri yang merupakan mahasiswa semester 5 memilih jawaban “Ya”.
Masrurotu mengatakan mahasiswa yang belajar di pesantren mungkin akan mendapatkan kehidupan yang memadai. “ya kan ngalap barokah poro kyai. Kalau ikhlas mungkin saja masa depannya cerah”. Berbeda dengan Wida, dia tidak tahu saat ditanyai hal serupa. “kalau masa depan itu hanya Allah yang tau. Wallahua’lam lah”
KESIMPULAN
            Pelajar dan mahasiswa merupakan calon penerus bangsa, yang diharapkan mampu membawa kebaikan dikehidupan dimasa depan. Pentingnya membenahi moral pelajar bangsa harus lebih ditingkatkan terkait banyaknya peristiwa yang tidak harusnya terjadi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa pendidikan pesantren sangat dibutuhkan di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa semester awal untuk menjadikan pondasi pada karakter yang lebih baik. Agar mampu menciptakan pelajar yang intelek dan bermoral.


REFERENSI
Mujtamil, Qomar (2002). Pesantren dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta : Erlangga
Poewardarminto (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.
Syawaludin (2010). Peranan Pondok Pesantren Dalam Mengembangkan Budaya Damai di Provinsi Gorontalo. Jakarta : Kementrian Agama RI
Utsman, Syaikh (Tanpa Tahun). Durotun An-Nasihi. Indonesia : Darul Ilya
Zamaksyari, Dhofier (1982). Tradisi Pesantren :Studi tentang pandangan hidup kyai. Jakarta : LP3ES

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tips Cerdas Bagi Para Mahasiswa Dalam Mengelola Keuangan