FUNGSI PERS MAKALAH
FUNGSI PERS
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Jurnalistik
Dosen Pengampu: Nanang Qosim, M.Pd
Disusun oleh:
Kelompok
2 PM-7B
Asrita Fahruni
Misbakh (1608056044)
Sulis
Azizahroh Mahmudah (1608056049)
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN
TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
A.
Latar Belakang
Istilah pers dapat diartikan
dalam pengertian luas dan sempit. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua
media omunikasi masa seperti radio, televisi dan film yang berfungsi melancarkan
atau menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran atau perasaan seseorang
dan sekelompok orang kepada orang lain (Taufiq, 1997). Dalam pengertian sempit,
pers hanya digolongkan kepada produk-produk penerbitan yang melewati proses
percetakan seperti surat kabar harian, majalah mingguan dan sebagainya yang
dikenal sebagai media cetak (Rachmadi, 1990).
Bagi masyarakat, pers
mempunyai dua kedudukan. Pertama, merupakan media komunikasi tertua di
Indonesia. Kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial yang
merupakan bagian integral dari masyarakat dan bukan merupakan unsur asing yang
terpisah. Salah satu fngsi pers yang tertuang pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor
40 tahun 1999 sebagai media pendidikan. Dalam menjalankan fngsi mendidik pers
diharapkan mampu menyampaikan informasi yang bersifat mendidik. Pers arus mampu
meningkatkan minat baca masyarakat, terutama pelajar. Meningkatkan minat baca
masyarakat harus dibarengi dengan memberikan informasi yang berkualitas dan
sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan cara ini, media mampu membantu
untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan mamp hidup mandiri.
B.
RumusanMasalah
Apa saja fungsi pers itu?
C.
Fungsi Pers
Berangkat
dari empat teori pers yang sudah berkembang fungsi pers akhirnya dikaitkan
dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat.
Abror
1992 menjelaskan posisi pers sebenarnya sebagai penjaga nilai kebenaran fungsi
pers meliputi memberi informasi mendidik,
mengawasi dan menyalurkan pendapat umum. Tugas
pers menyuarakan harapan dan optimisme masyarakat yang kehilangan dan tertindas. Effendi, 1986
memberikan penjelasan fungsi pers sebagai sarana yang memberi informasi
menghibur mendidik. (Mondry 2016, 2 : 135)
Kusumaningrat, 2006 mengemukakan fungsi pers meliputi fungsi
informatif, fungsi kontrol, fungsi interpretatif direktif, fungsi
regenerative, fungsi pengawalan hak-hak
warga Negara, fungsi ekonomi dan fungsi
swadaya. (Mondry 2016, 2 : 137)
1.
Fungsi Informatif
Merupakan
fungsi memberi informasi melalui berita secara teratur kepada khalayak. Pers menghimpun berita yang dianggap berguna
dan penting bagi orang banyak dan menulisnya tentu akan memberitakan sebagai
kejadian pada hari itu, seperti
memberitakan berbagai pertemuan atau berbagai pengangkatan pejabat di kantor
pemerintah.
Pers
juga memperingatkan hal tentang berbagai peristiwa yang diduga akan terjadi
seperti perubahan cuaca dan bencana alam. Pers
juga mungkin memberitakan berbagai hal yang langsung berguna bagi anggota
masyarakat, misalnya Bagaimana cara
menghitung besarnya pajak pribadi atau bagaimana seharusnya petani
menghindarkan sawahnya dari serangga hama tikus.
2.
Fungsi Kontrol
Pers
yang bertanggung jawab tentu akan masuk ke balik panggung kejadian menyelidiki
pekerjaan pemerintah atau perusahaan. Pers harus memberitakan apa yang berjalan
baik dan tidak berjalan baik. Fungsi kontrol ini harus dilakukan pers dengan
lebih aktif daripada kelompok masyarakat lainnya. Pers dengan kelebihannya yang
mampu menyampaikan informasi kepada halaya masyarakat tentang yang baik dan
yang tidak supaya segera mendapat perhatian dan penanganan sebagaimana
perlunya. Sebagai contoh seorang anak dari keluarga miskin yang merupakan
korban tabrak lari. Ketika dibawa ke rumah sakit pemerintah ternyata tidak dilayani
dengan baik, karena orangtua mereka dengan jujur mengaku tidak mampu membayar
biaya pengobatan dan belum memiliki kartu Jamkesmas atau BPJS. Pers dalam hal
ini harus memberitakan peristiwa itu dengan pengungkapan kejadian secara jujur
dan penulisan yang menarik. Peristiwa itu tentu akan sangat mengharukan bagi
masyarakat, namun target tidak berhenti sampai situ karena pada titik itu
berarti beritanya hanya sekedar informasi. Berita itu diungkapkan pers sebagai
kontrol guna mengingatkan berbagai pihak yang berwenang bila terjadi sesuatu
yang kurang tepat yang terjadi di rumah sakit terhadap penanganan anak keluarga
miskin yang menjadi korban tabrak lari tersebut.
Selain
itu pers juga bertindak mengunggah berbagai pihak supaya ikut berperan terhadap
nasib anak korban tabrak lari tersebut, dengan pemberitaan yang menarik tentu
akan banyak Dermawan yang terbuka dan bersedia membantu biaya pengobatannya.
3.
Fungsi
Interpretatif
Pers
memberikan interpretasi dan bimbingan bagi khalayak. Pers harus menjelaskan
kepada masyarakat tentang arti suatu kejadian. Pers dapat melakukan melalui tulisan pada tajuk rencana
(editorial) atau tulisan-tulisan latar belakang. Melalui tulisan tersebut,
menganjurkan tindakan yang seharusnya dilakukan masyarakat misalnya menulis
surat protes kepada DPR atau memberikan sumbangan bagi korban bencana alam
sekaligus memberikan alasan mengapa harus bertindak seperti itu. Secara tidak
langsung pers ikut mendidik masyarakat tentang Mengapa perlu melakukan atau
tidak melakukan sesuatu.
4.
Fungsi Menghibur
Para
wartawan atau reporter menulis atau menuturkan kisah-kisah dunia dengan hidup
dan menarik. Mereka menyajikan humor, drama dan music. Mereka menceritakan
kisah lucu untuk diketahui meskipun kisah itu tidak penting.
5.
Fungsi
Regeneratif
Pers
berfungsi menceritakan bagaimana sesuatu dilakukan di masa lampau. Bagaimana
dunia ini dijalankan sekarang, bagaimana sesuatu itu diselesaikan dan apa yang
dianggap dunia itu benar atau salah. Jadi, pers membantu menyampaikan warisan
sosial kepada generasi baru supaya terjadi proses regenerasi dari angkatan yang
lebih tua kepada angkatan yang lebih muda.
Contohnya
banyak generasi muda yang sudah tidak peduli terhadap kesatuan dan persatuan
bangsa, sehingga sering muncul keinginan untuk memisahkan diri. Pers dapat
menceritakan bagaimana dulu ketika Indonesia masih terpecah-pecah berdasarkan
kedaerahan begitu mudah penjajah (Belanda) menguasai negeri. Dengan kebersamaan
rasa Satu Bangsa generasi muda Pada masa itu berhasil merebut kemerdekaan yang
dibayar dengan air mata, darah dan nyawa ratusan ribu, bahkan jutaan anak
bangsa yang tewas dalam perjuangan.
6.
Fungsi
Pengawalan Hak-Hak Warga Negara
Pers
berfungsi mengawal dan mengamankan hak-hak pribadi. Demikian pula bila terdapat
massa yang berunjuk rasa. Pers harus menjaga baik-baik jangan sampai timbul
Tirani golongan mayoritas yang menguasai dan menekan golongan minoritas.
Pers
yang bertanggung jawab harus dapat menjamin hak setiap pribadi supaya didengar
dan diberi penerangan yang dibutuhkan. Dalam beberapa hal, rakyat hendaknya
diberi kesempatan menulis atau mengungkapkan dalam media, guna melakukan kritik
kritiknya terhadap segala sesuatu yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat
bahkan mungkin pula mengkritik media massa tersebut.
7.
Fungsi
Ekonomi
Pers
melayani sistem ekonomi melalui iklan yang tersedia di media massa itu. Tanpa
Media elektronik berupa televise, radio dan internet juga tanpa media cetak
Seperti surat kabar tabloid dan majalah tentu sangat berat mengembangkan
perekonomian pasar sekarang ini. Dengan menggunakan iklan penawaran akan
berlangsung dari tangan ke tangan sehingga produk dan jasa dapat dijual.
8.
Fungsi
Swadaya
Pers
mempunyai kewajiban memupuk kemampuannya sendiri supaya dapat membebaskan
dirinya dari berbagai pengaruh seperti tekanan-tekanan dalam bidang keuangan.
Bila Media elektronik seperti radio televisi dan media cetak Seperti surat
kabar berada di bawah tekanan soal keuangan, Sama halnya dengan menempatkan
diri di bawah kehendak Siapa saja yang mampu membayarnya sebagai balas jasa, karena
itu guna memelihara kebebasan yang murni pers juga berkewajiban memupuk
kekuatan permodalannya sendiri.
D.
Simpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat
delapan fungsi pers. Pertama fungsi informatif yaitu fungsi
memberi informasi melalui berita secara teratur kepada khalayak. Kedua fungsi kontrol. Ketiga fungsi interpretatif.
Keempat fungsi menghibur. Kelima fungsi regeneratif yaitu menceritakan
bagaimana sesuatu dilakukan di masa lampau. Keenam fungsi pengawalan hak-hak warga negara. Ketujuh fungsi
ekonomi yaitu melayani sistem ekonomi melalui iklan yang
tersedia di media massa. Dan yang terkahir fungsi swadaya.
E.
Kritik
dan Saran
Alhamdulillah segala puji bagi Allah, sehingga pemakalah
dapat menyelesaikan makalah ini. Pemakalah menyadari bahwa makalah ini jauh
dari kesempurnaan. Maka dari itu pemakalah mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk makalah-makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat
memberi manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi para pemakalah khususnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Mondry. 2016. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia.
Rachmadi, F. 1990. Analisis
Deskriptif Sistem Pers di berbagai Negara. Jakarta : PT. Gramedia
Taufiq. 1997. Sejarah
dan Perkembangan Pers di Indonesia. Jakarta : PT Triyinco
Yunus, Syarifudin. 2015. Jurnalistik
Terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.
BIOGRAFI PENULIS
Penulis makalah pertama bernama Sulis Azizahroh
Mahmudah. Akrab disapa dengan Sulis. Lahir di Sukoharjo, Lampung tanggal 30
Juni tahun 1998. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Kedua orangtuanya adalah
pegawai negeri sipil dan mengajar di sekolah menengah pertama di Lampung.
Penulis makalah kedua bernana Asrita Fahruni Misbakh.
Lahir di Jombang tanggal 8 April 1997. Semasa kecil biasa disapa Tita namun
sekarang terkenal dengan nama “Srit”. Ia merupakan anak pertama dari dua
bersaudara. Ayahnya seorang guru di SMKN 1 Jombang sedangkan ibunya sebagai ibu
rumah tangga.

Komentar
Posting Komentar